Saya nyoba posting tentang hal ini, karena melihat orang pada ikutan trend
dengan ketakutan akan akhir dunia pada 2012 seperti ramalan bangsa
Maya, dan membayangkan akan ada kejadian seperti di film yang berjudul
2012 juga. Padahal, menurut gue sih, moment akhir zaman akan kembali
seperti Gothic Age… seperti akan munculnya makhluk yang kemungkinan
seperti pada Film Lord Of The Ring… lebih mengerikan versi yang mana ya
? 2012 atau Lord Of The Ring ?
Ingat
nggak sebuah scene dalam salah satu Sequel Lord Of The Ring, ada
tembok besi besar dimana dari dalamnya keluar dengan berjalan kaki
makhluk yang kasar dan menyeramkan, bukan manusia ? Gue bukan
menjadikan kedua film tersebut sebagai bahan referensi, cuma sebagai
penggambaran saja, dari yang pernah kita tonton.

Coba
simak ini, dan bacalah dengan mengandalkan pikiran yang terang, bukan
ketakutan yang tidak beralasan, kita percaya pada Allah SWT, percaya
pada setiap orang akan menemui kematiannya dan percaya akan hari kiamat…
“Mereka
berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu
orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami
memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding
antara kami dan mereka ?”
QS. Al-Anbiya: 96
QS. Al-Anbiya: 96
“Hingga
apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan
cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan
janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata
orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami,
sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah
orang-orang yang zhalim.” Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits.
Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata;
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94
Ya-juj
dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq
(memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya
jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju
(cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan
MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA
yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun,
menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi
merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan). Para ulama sepakat, bahwa
Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia. Mereka berbeda dalam
menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam
AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi
Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir.
Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak,
Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin
Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah
yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul
(Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia
bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan
Tamujin.
Mereka
dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di
Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin
Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu”
anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan
menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan
dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti
saudaranya Kilay yang menaklukan Cina. Saudaranya Hulako menundukan
negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika
dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj
dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya.Menurut mitos, mereka
tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata.
Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang
menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan
ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga
mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.
Pada
QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab.
Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan
merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenanya, ketika
Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak
dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.
Siapakah
Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin
Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa
selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi
Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan
menaklukan Mesir. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima,
karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan
al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami
memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” Menurut sejarawan muslim
Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin
Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM – 552 M.).
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.
Ia
seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara
Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun
benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15
M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul
Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya,
juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol
Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di
Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan
penghubung antara Samarqindi dan India.
BENARKAH TEMBOK CINA ADALAH TEMBOK ZULKARNAIN ?
Banyak
orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat
Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari
Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka
taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98
tentang itu. Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk
membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah
antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka
jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat. Ada tiga hal yang
berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina
terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua,
tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti
Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86,
ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,
“Wahai
Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau
engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu
langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah
bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di
manakan tembok Zulkarnain?
BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ
Abdullah
Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik
Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah
sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara
Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini
bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya
adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina
menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen
Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi
itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada
danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani
Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi
tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m
dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang
dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa.
Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon
Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa
pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti
ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di
perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak
seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu
tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik
Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.
Mimpi
itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu,
juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk
mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang.
Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat
al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya
5000 dinar untuk penelitian ini.
Rombongan
Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail,
penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke
daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu
ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak
dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk
membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj. 27 hari Sallam
mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah
daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam
melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah
berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam
bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo
dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu
berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.
Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia
melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter.
Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Dalam
Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu
disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya,
silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif
al-Idrisi, hal. 934 -938).
Al-Idrisi
juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar
pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari.
Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan
reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari
dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk
jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj
sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat
al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering
mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar,
dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan
suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia.
Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan,
lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.
Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.
Dalam
Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam
pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang
pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan
orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan
mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu,
Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand
(Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di
Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil
penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.
Ini adalah peta Danau Tiberias yang akan kering airnya sewaktu Ya’juj dan Ma’juj melewatinya

Tiberias,
the big city on the west shore of the Sea of Galilee. The following
photo shows the new city, the Sea of Galilee behind it, and the Golan
heights in the background.

Referensi:
Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir.
Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995.
Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-’Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991.
Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir.
Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995.
Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-’Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991.
http://kaumakhirzaman.blogspot.com/2009/08/misteri-tembok-yajuj-majuj.html
http://bukitbarisan.wordpress.com
So…
are they immortal ? Ada satu legenda lagi yang gue pingin tahu tapi
bener bener sedikit sekali dan sulit untuk mencari referensinya… yakni
tentang The Highlander from Scotlandia. Anybody can share ?



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !